Jumat, 02 Mei 2008

SEMUA ADA DISINI


BANTEN LEARNING CENTER (BLC)

Latar Belakang Berdirinya BLC

1. Fenomena masyarakat

2.Mengembangkan dan Memberdayakan masyarakat

3. Animo masyarakat

4. Lahirlah BLC

Fenomena Masyarakat

Potensi sumber daya manusia sangat berkait erat dengan kondisi jumlah penduduk pada suatu wilayah, potensi masyarakat akan berpengaruh kepada perkembangan dan kehidupan masyarakat itu sendiri. Potensi sumber daya manusia sangat erat kaitannya dengan persoalan pendidikan. Menurut informasi dari puslitbang Pandeglang, jumlah penduduk menurut tingkat pendidikan, secara tidak langsung akan berkorelasi dengan kualitas sumber daya manusia. Semakin rendah tingkat pendidikan penduduk, maka semakin rendah pula kualitas sumber daya manusia yang ada. Sebaliknya sernakin tinggi rata-rata pendidikan penduduk. maka semakin tinggi pula kualitas SDM-nya. Dengan semakin tingginya tingkat pendidikan masyarakat. maka peluang untuk lebih mengembangkan dirinya akan lebih besar. Dan pengembangan pendidikan ini belum dilakukan oleh Pandeglang, kalaupun sudah, cukup dirasakan belum kelihatan pengaruhnya Inilah fenomena masyarakat Pandeglang, khususnya dan Banten umumnya.


Mengembangkan dan memberdayakan masyarakat

Pengembangan dan pemberdayaan dua hal saling berkaitan dan berjalan seiring dengan kebutuhan. Pengembangan lebih menitikberatkan pada kualitas dan mutu yang dihasilkan, sedang pemberdayaan orientasinya lebih pada pemanfaatan hasil yang kemudian akan meningkatkan kualitas hasil itu sendiri.

Sebetulnya, sumber daya alam yang ada di Pandeglang sangat cukup, bahkan lebih dari cukup kalau mau dikembangkan dan diberdayakan. Hal ini sangat membutuhkan kehadiran sumber daya manusia, agar hasil yang didapatkan dan dirasakan bermanfaat.

Animo masyarakat

Animo atau gairah masyarakat terhadap perubahan ke arah lebih baik adalah sebuah keinginan dan kecenderungan masyarakat. Kecenderungan masyarakat akan menjadi lebih baik terutama kaum muda sebagai agen perubahan yang alergi terhadap ketidakadilan, baik dalam persoalan ketidakadilan pendidikan, dimana masyarakat diharuskan mengenyam pendidikan dengan diwajibkan belajar 9 tahun, namun di sisi lain biaya pendidikan yang memberatkan menjadi beban masyarakat sulit untuk memasuki dunia pendidikan, sehingga implikasinya ada yang putus sekolah atau tidak mau sekolah. Animo seperti inilah yang mesti diakomodir oleh lembaga-lembaga yang konsern terhadap dunia pendidikan, social dan budaya.

Lahirlah BLC

BLC merupakan lembaga pendidikan, social, ekonomi dan budaya yakni sebagai wadah dan tempat pembelajaran, pelatihan, keahlian, keterampilan dan kewirausahaan dalam pengembangan dan pemberdayaaan masyarakat. Secara kelembagaan BLC berada di bawah Perguruan Pendidikan Islam Yayasan Yusuf Sama’un

Yang digagas oleh Agus Khotibul Umam yang dibantu oleh Aat Royhatudin dan teman-teman yang satu visi dan misi. Ini baru dideklarasikan pada tanggal 10 Januari 2008 yang bertepatan dengan tahun baru Islam 1929 Hijriah. BLC Bukan hanya pusat pendidikan semata, melainkan sebagai pusat pelatihan social, budaya dan keterampilan dengan tekhnik dan metode sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan masyarakat.